News

Warga Pasar Rumput Waswas Proyek Waskita Sering Menelan Korban Jiwa

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kecelakaan terjadi dalam proyek pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Pasar Rumput, Setia Budi, Jakarta Selatan, Ahad (18/3/2018). Sebuah besi hollow berukuran 4 meter menimpa warga yang sedang berbelanja hingga meninggal dunia. Akibat kejadian tersebut, pembangunan gedung setinggi 25 lantai itu dihentikan sementara.

Sehari setelah kejadian, kon­disi bangunan Rusunawa sunyi. Tidak ada aktivitas apapun di gedung yang baru dibangun setinggi 12 lantai itu. Aktivitas seluruh alat berat dan juga peralatan penunjang berhenti total. Beberapa crane yang menempel di gedung juga dibiarkan menganggur.

Namun, beberapa pekerja masih terlihat memantau situasi di beberapa sudut bangunan. “Proyek berhenti operasi selama tiga hari. Kalau sudah memungkinkan, pekerjaan dilanjutkan kembali,” ujar salah pekerja yang enggan disebutkan namanya itu.

Setelah berhenti beroperasi, tidak terlihat lagi hilir mudir truk molen maupun truk pembawa material ke proyek yang mulai dikerjakan awal Desember 2017 ini. Tiga pintu utama masuk ke dalam lokasi proyek ditutup rapat. Tidak ada petugas keamanan maupun pekerja yang hilir mudik memasuki lokasi tersebut.

Namun, CCTV yang berada di atas pintu masuk, terus memantau kondisi sekitar proyek. Kendati sepi, puluhan kendaraan roda dua dan juga kendaraan roda empat diparkir di dalamnya.

“Masih ada beberapa pekerja yang masuk untuk memantau keadaan saja,” ujar pekerja yang mengenakan alat pelengkap diri (APD) itu sembari berlalu pergi.

Sedangkan lokasi tempat kejadian (TKP) telah bersih. Tidak tampak lagi ceceran darah yang sebelumnya sempat menggenangi jalan. Namun, samar-samar terlihat warna jalan yang sedikit kehitam-hitaman.

“Semalam di sini hujan deras, jadi (ceceran darah) hanyut terkena air,” ujar Arifin, salah satu pedagang tepat di depan TKP di Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan, kemarin (19/3/2018).

Arifin menceritakan, saat itu korban yang bernama Tarminah sedang sibuk berbelanja sayuran di Pasar Rumput, Ahad (18/3/2018) pukul 09.30 WIB. Tidak lama setelah tawar menawar dengan penjual sayur, sebuah besi sepanjang empat meter jatuh.

Padahal, hari itu merupakan pertama kali korban berbelanja di Pasar Rumput. “Besi langsung menancap sedalam 4 centimeter di kepalanya,” kata Arifin dengan nada sedikit meringis.

Melihat peristiwa tersebut, kata dia, seluruh pedagang dan pembeli langsung berteriak histeris. Saat itu korban masih bisa bernafas dan ditolong sejumlah warga. “Korban dibawa ke RSCM untuk mendapat perawatan. Tidak lama setelah itu, meninggal dunia,” ujar Arifin.

Pria berumur 40 tahun ini mengungkapkan, kecelakaan akibat pembangunan rusunawa Pasar Rumput bukan pertama kali terjadi. Sebulan sebelumnya, salah seorang warga juga pernah tertimpa material bangunan hingga tulang punggungnya patah. “Tidak sampai meninggal. Sekarang masih rawat jalan,” kata dia.

Selain itu, lanjut pria asal Padang ini, seminggu sebelumnya juga terjadi kecelakaan kerja yang korbannya berasal dari pekerja rusunawa sendiri. “Dia jatuh dari lantai 10 saat bekerja,” sebutnya.

Akibatnya, lanjut dia, pekerja tersebut dikabarkan tewas di tempat. “Tapi sepertinya kasus tersebut ditutup-tutupi, hanya warga sekitar proyek yang tahu kejadian,” tandasnya.

Arifin berharap, kecelakaan akibat proyek tersebut tidak terulang kembali karena warga yang sering beraktivitas di sekitar proyek menjadi was-was. “Beberapa pedagang masih belum berani buka karena takut kejadian kemarin,” sebutnya.

Sementara, Ketua RW 04 RW 07, Kelurahan Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, M Dopi membenarkan, besi jatuh dari proyek Rusunawa juga pernah menimpa salah seorang warga sebulan yang lalu. “Korbannya istri mantan RT 06 RW 04 Ibu Laila,” ujar Dopi.

Menurut Dopi, saat kejadian Laila sedang belanja bumbu di Pasar Rumput. Lokasinya sekitar 50 meter dari kejadian hari Minggu (18/3/2018). “Laila men­galami luka dalam pada bagian punggung dan tulang pinggang­nya geser. Sempat dirawat di RS Thamrin, biayanya ditanggung semua sama pihak kontraktor hingga sembuh,” ceritanya.

Setelah kejadian tersebut, kata Dopi, pengurus RW sempat memperingati kontraktor Rusunawa agar lebih meningkatkan keamanan. Sesuai dengan perjanjian, kata dia, pihak kontraktor akan membuatkan safety agar barang-barang yang jatuh tidak mengenai warga.

“Tapi, kenyataannya seperti begini lagi. Makanya kita paksa supaya dibuatkan (faktor keamanan) untuk warga kita,” tandasnya.

Terkait kecelakaan yang menimpa salah satu warganya, Dopi mengatakan, kontraktor sudah menemui keluarga korban. “Kepolisian juga sudah mendatangi TKP dan bertemu dengan pekerja,” ucapnya.

Kepala Proyek Rusunawa Pasar Rumput, I Made Aribawadana mengatakan, pihaknya menyampaikan permintaan maaf, baik secara pribadi maupun perusahaan atas kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

“Kami mengucapkan permohonan maaf dan duka cita atas insiden ini. Kami tanggung seluruh biaya dari proses perawatan sampai pemakaman,” ujar Aribawadana dalam keterangannya, kemarin (19/3/2018).

Menurut Aribawadana, peru­sahan juga akan memberikan santunan serta asuransi kepada keluarga korban. “Kami akan ke pihak korban untuk menyelesaikan masalah santunan dan asuransi,” tandasnya.

Saat itu, kata Aribawadana, pihaknya akan menghentikan sementara proyek tersebut sembari menggelar investigasi untuk mencari tahu penyebab kecelakaan. “Kami kaji dulu kelanjutannya sampai kondisi aman,” tandasnya.

Namun, dia mengklaim sudah melakukan prosedur sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Perusahaannya, kata dia, juga sudah memasang safety screen, safety deck, hingga meninggikan pagar pengaman hingga enam meter.

“Kami akan menguatkan safety net dan mem­perbaiki detail aspek keamanan proyek,” janjinya.

Terkait dua peristiwa kecela­kaan sebelumnya yang terjadi di proyek tersebut, Aribawadana membenarkannya. Namun, dia menyatakan, kecelakaan sebelumnya tak memakan korban. “SOP sudah kita sesuaikan dengan apa yang kita miliki. Seharusnya ini tidak perlu terjadi,” ucapnya.

To Top